Suara gelas jatuh ke lantai, Andien
kaget bukan main hampir saja ia tersedak!
Susan: “Andien?”
Andien: “Iya, ini gue, Andien. Kenapa sih bikin gue kaget aja?”
Susan masih tetap tidak percaya sewaktu melihat Andien ada di hadapannya.
Andien: “Susan, udah nggak perlu bengong gitu. Gue emang seksi, tapi lo nggak
perlu lihat kayak gitu juga kali, hehehe…”
Susan: “Ishh, lo tuh narsis banget! Lo dari mana aja sih? Gue sama Ina nyariin
lo. Kenapa lo pergi nggak bilang-bilang sama kita? Tauk-tauk lo muncul di
dapur!”
Andien: “Oh, jangan sedih. Gue cuma jalan-jalan sebentar, ke suatu tempat yang
sunyi dan senyaaaapppp, hehehe… udah ah nggak usah dibahas lagi mending tidur.
Udah malam besok ada kuliah pagi. Doseeeeen Kileerrr!”
Susan masih jengkel, karena seolah-olah Andien acuh dengan kekhawatiranya. Saat
dia masih berdiri di dapur, sementara Andien sudah pergi dan kembali kamarnya.
Susan: “Ishh, nih anak nggak ngerasa dikhawatirin! Malah pergi gitu aja lagi.
Nyebeliiiin!!!”